Astaghfirullah, JAUHKAN DIRI DARI 7 PENYEBAB DOSA KECIL MENJADI DOSA BESAR!
Astaghfirullah, JAUHKAN DIRI DARI 7 PENYEBAB DOSA KECIL
MENJADI DOSA BESAR.
Besar dan kecilnya sebuah dosa bahkan amal perbuatan akan
mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Tergantung dari manusia itu
menyikapi atas semua perbuatan yang telah dilakukannya. Tetapi, bagaimana
ternyata dosa kecil kita akan menjadi dosa besar. Berikut 7 dosa yang kecil
bisa menjadi dosa yang besar.
1. Menganggap Remeh Sebuah Dosa Kecil
Jangan pernah mentang – mentang, hanya karena melakukan dosa
kecil lalu enggan meminta ampun/mengucap istighfar bahkan sekedar menyesalpun
tidak. “Kalian menganggap remeh (dosa) tersebut, padahal hal itu termasuk
perkara besar menurut pandangan Allah.”(QS An Nur 15). Rasulullah bersabda:
“Waspadalah terhadap sikap meremehkan dosa, karena kapan saja seseorang
melakukan hal tersebut, maka dia akan binasa.” (HR Ahmad, At Thabarani dan Al
Baihaqi)
2. Merasa aman terhadap siksa Allah.
Perasaan dimana ketika pelaku dosa kecil terbuai dengan
kemurahan Allah dalam menutupi dosa. Ia tidak sadar bahwa itu adalah
penangguhan dari Allah untuk-nya. Bahkan ia menyangka bahwa Allah sangat
mengasihinya dan memberi perlakuan lain kepadanya. “Dan mereka mengatakan pada
diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang
kita katakan itu.” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka
masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Al- Mujadalah:8 )
3. Merasa senang atau beruntung dengan dosa yang telah
diperbuat
Sikap seperti ini sudah sangat umum kita saksikan di
keseharian kita. Contohnya sangat banyak, para koruptor, perampok, pencuri,
penjudi, pezina, pemerkosa, penyuka togel, biang gosip, tukang fitnah dll.
Mereka – mereka ini pasti akan senang dan merasa beruntung jika aksi – aksi
mereka berhasil. Bahkan tidak jarang saat melakukannya mereka ketawa – ketawa
dengan senangnya. “Barangsiapa berbuat dosa sambil tertawa, niscaya ia akan
masuk neraka seraya menangis.” (HR Abu Naim)
4. Dosa yang dilakukan terus menerus dan selalu berulang
Sekecil apapun dosa tapi jika selalu dilakukan, lama – lama
dosa itu akan menjadi besar dan akhirnya menutupi kejernihan hati. Rasulullah
saw telah bersabda: “Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia
berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (HR Ahmad dan
Thabrani dalam Al Awsath). Seorang sahabat Rasulullah berkata,
“Tidak dianggap
dosa kecil jika terus menerus dan tidak dianggap dosa besar jika disertai
dengan istighfar.” (Ucapan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas ra berdasarkan
atsar yang saling menguatkan satu dengan yang lain (ithaf as-sa ’adah
al-muttaqin 10/687))
5. Dengan bangga memperlihatkan dosa
Meng-ekspos di sini bisa berarti melakukan dosa dengan
terang – terangan atau menceritakan/membongkar dosa yang telah dilakukan yang sebenarnya
telah ditutup atau dirahasiakan oleh Allah kepada orang lain tanpa rasa malu
sedikitpun.
Menceritakan perbuatan atau melakukan dengan terang – terangan
dapat mengundang hasrat orang lain yang mendengar atau melihatnya untuk ikut
melakukan perbuatan dosa itu. Jadilah dua macam dosa terkumpul menjadi satu
sehingga konsekuensinya menjadi lebih berat. Jika masih ditambah lagi dengan
anjuran atau ajakan kepada orang lain untuk melakukannya, serta penyediaan
sarana untuk melakukannya, maka jadilah empat kejahatan dalam satu perbuatan.
Urusannya pun menjadi semakin jelek.
Rasulullah saw bersabda: ”Seluruh umatku akan dimaafkan
kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk
terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari
lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi
malam telah melakukan perbuatan begini dan begini !” (HR Muslim).
6. Pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau
dikenal keshalihannya.
Apabila ia melakukan dosanya itu dengan disaksikan orang
lain, dosanya menjadi dosa besar. Seperti menggunjing orang atau berkata kasar
dalam perdebatan atau menyepelekan orang dengan sengaja atau sibuk mempelajari
ilmu yang bertujuan hanya untuk mencari kedudukan, seperti ilmu retorika
perdebatan. Kesemuanya itu adalah dosa- dosa seorang alim yang cenderung ditiru
orang lain. Ketika si alim meninggal dunia, kajahatannya tetap bertebaran di
muka bumi dalam jangka waktu yang panjang. Sungguh malang orang yang membawa
mati segala keburukannya. Allah berfirman: “Kami menuliskan apa yang telah
mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (Yasin:12)
7. Merasa baik-baik saja atas dosa yang telah diperbuat
Sesuatu perkara mungkar yang mungkin karena telah biasa dan
banyak dilakukan orang sehingga dianggap bukan dosa lagi. Misalnya, berdusta
saat bersenda gurau atau yang seperti banyak nampak di televisi, cupika cupiki
dan peluk – pelukan dengan yang bukan muhrimnya.
Dan pelakunya tampak tenang –
tenang saja. Sikap seperti ini sangat berbahaya karena cenderung menganggap
halal apa yang telah diharamkan Allah. “Dan mereka tidak mengharamkan apa yang
diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar
(agama Allah) ”. (At Taubah : 29).
Aisyah berkata : Rasulullah saw bersabda:
“Hai Aisyah berhati – hatilah terhadap dosa – dosa kecil, sebab pasti ada
tuntutan dari Allah”.
Kita memang tidak bisa lepas dari dosa tapi juga jangan
salah menyikapi dosa sehingga dosa yang sejatinya kecil malah menjadi dosa
besar. Ada baiknya selalu kita ingat petuah dari orang bijak : “Janganlah
engkau melihat kepada kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau
berbuat maksiat. ”
Nah, bagaimana sobat pembaca? Naudzubillah, semoga kita
dijauhkan dari perbuatan yang dapat membuat Allah merasa murka. Sehingga kita
diharamkan dari siksa api neraka. Amin ya rabbal alamin.
Astaghfirullah, JAUHKAN DIRI DARI 7 PENYEBAB DOSA KECIL MENJADI DOSA BESAR.

Komentar
Posting Komentar